Showing posts with label Everybody Loves Classic. Show all posts
Showing posts with label Everybody Loves Classic. Show all posts

Sunday, March 4, 2012

Love is Worth The Wait

Love is worth the wait...

Beginilah keadaan yang bisa digambarkan untuk pasangan ini.
Pada hari dimana semuanya sudah direncanakan dengan sebaik-baiknya, tampaknya kami terpaksa harus mengalah dengan alam semesta.
Cuaca hari itu sangatlah tidak mendukung untuk pengambilan foto prewedding dengan Mercedes Benz Black Ponton 180.
Terpaksa dibatalkan.



Selang waktu berlalu,
Sampai pada hari yang tepat untuk memulainya lagi,
Berharap kali ini alam semesta memihak kepada kita.



Walaupun alam sempat bermain-main dengan kami,
Perjalanan cinta pasangan ini pun dapat akhirnya dapat diabadikan.
So, love is worth the wait, isnt it?



Thanks to : Raymond & Entty
Photograph by Indra Leonardi (King's Foto)
Location : Duta Fine Arts Foundation - Kemang

Tuesday, January 24, 2012

Drive Me Crazy

Entah sejak kapan, photo prewedding menjadi salah satu item yang harus ada dalam setiap pesta pernikahan. Mulai dari hanya dipasang di undangan, dipajang dalam frame-frame sebagai penambah meriahnya dekorasi di tempat pesta berlangsung atau dijadikan satu dalam slide- slide yang bisa dilihat dalam layar besar yang disediakan sebagai bagian dari acara. Lokasinya mulai dari hanya di studio indoor sampai di luar negeri. Sekalian pre honeymoon? Hehehe...

Kebanyakan biasanya berlatar belakang pemandangan tempat pertemuan sepasang insan yang mengagumi pemandangan indah di sekitar mereka. Salah satu dari mereka biasanya bergaya dengan jari telunjuk seolah menunjukkan sesuatu kepada pasangannya. Aahh bosan sekali melihat gaya-gaya itu yaa..

Hal tersebut mungkin juga dirasakan oleh pasangan berikut. So, ThePhotographWedding (by Renata dan Dicky, cek info tentang mereka selengkapnya di ThePhotographWedding.com) sebagai tim pembuat gambar mengajak Sewa Classicku bekerjasama berusaha membuat sebuah gambar yang unik dan lain dari biasanya untuk pasangan ini.

Sekitar pukul 07.00 pagi, kami semua sudah siap di lokasi pemotretan yaitu di Museum BI. Pagi itu cuaca memang kurang mendukung. Mendung dengan angin yang bertiup agak kencang. Namun, hal tersebut tidak meghalangi pengambilan gambar. Dan dengan campur tangan Tuhan, hari pun terlalui dengan baik.






Film Televisi

Selain sinetron stripping yang sepertinya jadi tayangan wajib hampir di setiap saluran televisi nasional, kini juga hadir versi lain dari sandiwara televisi. Namanya Film Televisi atau disingkat menjadi FTV. Saya akui saya pun kadang menonton FTV ini jika saat akhir minggu siang belum beranjak meninggalkan rumah. Walaupun ceritanya mudah ditebak, saya lebih menikmati FTV dibanding sinetron stripping. Dengan durasi tidak lebih dari 2 jam, FTV hadir dengan alur cerita yang lebih singkat. Yang pasti tidak ada adegan yang bikin saya pusing, yaitu adegan tatapan tajam bergantian dari dua atau lebih pemainnya disertai suara latar dramatis. Dan seperti saya bilang tadi, karena ceritanya gampang ditebak maka tidak ada cerita pemainnya yang selalu jahat, tidak ada pemain yang ceritanya dikabarkan meninggal lalu ternyata masih hidup,gak ada habis-habisnya. So it's quiet entertaining.

Ngapain sih ngomongin Film Televisi ini? Hehehe, di atas baru prolognya. Nah sekarang intinya adalah saya mau promosi nih. Karena Sewa Classicku pada minggu lalu mendapat kesempatan ikut andil dalam shooting salah satu cerita FTV. Kesempatan ini saya dapatkan dari MNC Pictures melalui Mas Arjuna sebagai Art Director, yang pada suatu siang menghubungi saya. Setelah agak lama menetapkan pilihan mobil yang pas dengan alur dan estetika cerita, maka dipilihlah mobil Alpha Romeo Spider.

Judulnya memang harafiah sekali, "Si Cantik dan Mobil Antik", dibintangi artis cantik Acha Septriasa dengan lawan main Dimas Aditya dan Toodyzilla.





Mengikuti shooting selama tiga hari ini tentunya menambah pengalaman saya lagi. Apalagi tidak ada yang lebih menyenangkan lagi selain melihat sang artis (Dimas) mencuci sang Alpha Romeo, hehehe...



"Si Cantik dan Mobil Antik" yang ditulis oleh Mas Titan, mengisahkan tentang ..... Ah nonton sendiri aja deh.. Kapan? Saya sendiri kurang tahu,
hehehe. Gimana kalau kita pantengin aja saluran televisi berlogo Rajawali di jam-jam biasanya FTV diputar, hehe.




Saturday, December 31, 2011

Penutup Tahun 2011

Kurang dari seminggu sebelum akhir tahun, Sewa Classicku dihubungi oleh seseorang yang bernama Mas Bogie. Beliau ingin mengikutsertakan Sewa Classicku dalam pernikahan sang adik pada hari terakhir di tahun ini.
Saya pribadi belum pernah menghadiri pernikahan di akhir tahun. Awalnya agak ragu untuk bekerja di akhir tahun. Namun walaupun begitu, akhirnya sayapun menyanggupinya. Hal ini semata-mata karena rasa sayang mas Bogie kepada sang adik, Diana dan sang adik ipar, Bowo. Bagaimana ia ingin membuat hari istimewa keduanya menjadi lebih istimewa, dan bagaimana perjuangannya untuk mewujudkannya. Menurutnya, ia sudah mencari kesana kemari , namun tidak ada mobil klasik yang pas dengan pilihannya. So it's all for a good cause.

Dan akhirnya pada hari ini, 31 Desember 2011, Sewa Classicku turut hadir pada hari istimewa kedua pasangan dan keluarga besar. Dua buah mobil koleksi Sewa Classicku, Mercedes Benz 280SE (Barong) tahun 1973 dan Mercedes Benz 280 (Tiger) tahun 1982, dipilih untuk menjadi saksi bisu ikatan suci ini. Dimana, Mercedes Barong sebagai mobil untuk membawa kedua mempelai, sedangkan Mercedes Tiger sebagai mobil untuk membawa orang tua.



Anyway, kali ini merupakan debut pertama dari Mercedes Benz Barong sebagai mobil pengantin.


Thanks to : Diana dan Bowo, serta Mas Bogie

Saturday, December 10, 2011

Bunga Rampai

Bunga rampai diracik-racik, Makin pandang bertambah cantik
Bunga rampai harum baunya, Kalau dah jodoh bertemu jua

Berdebar rasa hati bercampur dengan rasa suka
Hari yang dinanti sudah sampailah masanya
Gadis dihias rapi dengan inai merah dijari

Sanggul berbagai rupa dihias pula dengan bunga
Baju kebaya panjang bersulam manik nampak bercahaya
Bila dia tersenyum ala sayang sungguh manisnya

Bunga rampai ditabur-tabur, Hati longlai jadi terhibur
Bunga rampai harum berbau, Biar lerai hati yang rindu

-Zaleha Hamid-

Saya tidak tahu cara menyanyikan lagu ini, namun lirik lagu penyanyi asal negeri jiran di atas terasa pas sekali bila didendangkan pada acara pernikahan pasangan Arum dan Peter di sebuah restoran yang juga dinamakan sesuai judul lagunya, Bunga Rampai.


Perhatikan sekali lagi liriknya dan perhatikan foto mereka. Benar-benar pas sekali,bukan? Mempelai wanita tampak cantik mengenakan kebaya panjang yang bersulam manik, bersanggul yang dihias dengan bunga serta berinai merah di jari jemarinya. Senyumnya pun tampak manis sekali, karena sudah bertemu dengan jodoh di sisinya.



Bunga Rampai
Jl. Cik Di Tiro No. 35
Menteng, Jakarta Pusat
(021) 3192-6224

(Thanks to Arum Indriasari dan Peter Riddell-Carre)

Thursday, November 17, 2011

Kembang Goela, membawa kenangan semanis gula

Kembang Goela sering disebutkan oleh kakek dan nenek kita sebagai kata ganti dari permen. Namun Kembang Goela yang akan dibahas di sini adalah sebuah restoran semi fine dining yang terletak di kawasan strategis, yaitu di daerah Jalan Jenderal Sudirman. Memang saat melintasi jalan protokol tersebut kita tidak dapat melihatnya secara langsung, karena berada di dalam area Plaza Sentral sebagai bangunan yang terpisah.

Dalam bentuk sebuah rumah, Kembang Goela terbagi menjadi beberapa area. Area yang utama adalah The Dining Room. Di sisinya terdapat The Private Room. Juga terdapat The Lounge Room, dimana kita bisa sekedar menikmati kopi atau teh di area ini.


Dan yang terakhir adalah The Rijstaffel Room (pr : ryst-tah-fell, bahasa Belanda yang secara harafiah diterjemahkan menjadi "Rice Table" -wikipedia). Dalam ruangan ini biasanya dipakai untuk mengadakan konferensi, seminar, pernikahan atau private party lainnya.




Luas Kembang Goela kurang lebih 700m2 , tidak terlalu luas tetapi sangat cocok untuk acara yang tidak terlalu besar namun hangat dan akrab. Hal ini didukung dengan suasana di dalam Kembang Goela. Bertemakan modern minimalis dengan sentuhan zaman kolonial yang serba antik menciptakan suasana yang elegan dan hangat.

Suasana tersebut membawa kita seakan kembali ke jaman lalu. Kita bisa berkhayal bagaimana hidup di jaman tersebut, berteman dengan ehem.. noni-noni Belanda. Tentu saja, sambil juga menikmati makanan lezat yang tersedia di sini. Menyajikan makanan Indonesia dan Belanda serta makanan Peranakan, Kembang Goela dapat menjadi salah satu rekomendasi venue yang menjanjikan.

Pertama kali saya berkesempatan datang ke Kembang Goela adalah pada saat pernikahan Monica dan Hendrawan di bulan September yang lalu.





Pada saat yang sama, bertemulah saya dengan seorang Mike yang pada waktu itu bersama kedua orangtuanya datang untuk melihat-lihat Kembang Goela. So, Mike pun meminta saya untuk menjadi bagian dalam pernikahannya nanti bersama his future wife, Putri yang juga diselenggarakan di Kembang Goela pada bulan November ini.








Mungkin lain waktu saya akan kembali ke Kembang Goela dengan Anda?

Kembang Goela,
Plaza Sentral - Jl. Jend. Sudirman Kav.47-48
021- 5205625

(Thanks to Monica Sutrisna & Hendrawan Kartika, Michael Perera & Putri Hapsari Mantik)

Tuesday, November 8, 2011

Up.. Up.. And Away

If you hold my hand we'll chase our dreams across the sky
For we can fly like these beautiful balloons
We'll find a cloud to hide us
We'll keep the moon beside us

Up, up, and away...
Way up in the air like these beautiful balloons





it's nice to know the two humble and young hearted, Glenn Stefanus & Agnes Larasati


Tuesday, June 7, 2011

One Blessed Day






"God bless the day I found you
I want to stay around you
And so I beg you
Let it be me " -Elvis Presley-





When I was standing there..
Looking at this lovely couple..
Pondered back at all beautiful things that has happened that day..
I could only say to myself..
That this has been a blessed day




Regina Clarisa & Wilson Nauli
Gereja Santo Thomas Rasul - Central Park

Love of Two Continents

Kini semakin banyak tempat-tempat unik yang bisa dijadikan sebuah venue untuk sebuah acara. Kebanyakan dari tempat tersebut memberikan tema yang hampir serupa, yaitu nuansa alami dan etnik atau klasik, membuat lebih terciptanya kehangatan antara si empunya hajat dengan para tamunya. Tentu saja masing-masing tempat memiliki keunikannya sendiri.
Seperti halnya dengan roemah 7a di daerah Lebak Bulus. Sebenarnya saya cukup sering melewati tempat yang unik ini karena lokasinya berdekatan dengan kantor saya, namun sebelumnya saya tidak pernah mendapat kesempatan melihat ke dalamnya. Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 3000m2, dengan kapasitas tamu sebanyak 600 orang. Seperti halnya sebuah rumah, rumah ini juga memiliki beberapa ruangan dan halaman di belakang rumah, sehingga dapat membuat pesta indoor maupun outdoor.

Dari luar sudah terlihat bahwa bangunan ini bernuansa Jawa kuno. Namun, selain atribut Jawa kuno, ternyata di dalam ruangan banyak juga barang-barang vintage, seperti gramaphone atau telepon dengan nomor yang diputar bahkan ada koleksi buku-buku cerita Indonesia yang jadoel. Pernah dengar Gundala Putra Petir? Di dalam rumah ini anda bisa melihat bagaimana sosok superhero asli Indonesia.
Yah, akhirnya kesampaian juga melihat isi roemah 7a ini. Terima kasih saya kepada IMELDA NURMAILI dan OLIVER ESTERL yang mengundang saya untuk ikut berpartisipasi dalam pesta pernikahan mereka. Apalagi kalau bukan melalui salah satu koleksi sewa-classicku yang membuat pesta yang unik menjadi lebih unik dan memorable.
Di dalam pesta ini saya tidak hanya puas melihat barang-barang koleksi roemah 7a saja, tapi tentu saja melihat keunikan dari sang mempelai sendiri. Bagaimana dua orang dari bangsa yang berbeda, dengan perbedaan bahasa, kebudayaan dan sebagainya bisa menjadi satu dalam sebuah pernikahan. Membuat saya miris juga melihat bagaimana kini dengan bangsa sendiri sering bermusuhan. Ah cukup, saya tidak mau membahas politik lebih lanjut.
Anyway, yang lucu bagi saya, saat pesta berlangsung, banyak tamu-tamu yang melihat-lihat dan berfoto-foto dengan mobil dari sewa-classicku. Termasuk tamu-tamu bule yang mungkin keluarga atau kerabat dari mempelai pria yang berkebangsaan Jerman. Jadi serasa sedang berada di negara Jerman tempo dulu, karena mobil yang dipilih kali ini adalah Mercedes Benz Black Ponton. Hehehe menghayal sekali yaa..
Sekali lagi terima kasih Imelda dan Oliver, senang berkenalan dengan kalian walaupun dalam waktu singkat.
(untuk informasi tentang roemah 7a, bisa dilihat di roemah7a.blogspot.com)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...